D
|
unia
hewan mencakup semua organisme yang tidak mempunyai klorofil, dapat berpindah
tempat atau menggerakkan tubuhnya dengan serat-serat yang dapat berkontraksi,
dan terbentuk atau terdiri dari banyak sel. Beberapa organisme memang tidak
menunjukkan seluruh cirri umum di atas, tetapi dalam hal tertentu menunjukkan
kegiatan yang sangat mirip cirri-ciri tersebut. Ciri tentang terbentuk Syarat
nomor 3 memaksa kita untuk tidak memasukkan Protozoa ke dalam dunia hewan. Kita
memasukkan Protozoa kedalam dunia Protista, sedangkan dalam dunia hewan kita
hanya membatasi pada metazoa atau binatang bersel banyak. Dunia hewan terdiri
dari 20 sampai 24 filum yang diantaranya beranggotakan organisme-organisme yang
harus dikenal dengan baik oleh setiap siswa biologi. Karena itu kita akan
memusatkan pembicaraan pada kelompok ini. Hewan dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu
berdasarkan ada tidaknya tulang belakang. Invertebrata (hewan yang tidak
memiliki tulang belakang) dan Vertebrata (hewan yang memiliki tulang belakang).
Ø Invertebrata. Hewan invertebrata banyak sekali disekitar
kita misalnya, bekicot, kerang, udang, cumi-cumi, cacing, kupu-kupu, dan lebah.
Anggota hewan invertebrata mencapai 90% dari semua spesies hewan yang ada di
darat maupun di air dengan ukuran ubuh yang bervariasi. Berikut ini kita akan
membahas tentang beberapa anggota filum invertebrata.
§ Filum Porifera. Porifera berasal darai kata porus
(lubang-lubang kecil) dan fera (mengandung). Jadi, porifera berarti hewan yang
memiliki pori. Porifera merupakan hewan metazoan paling sederhana yang memiliki
banyak sel. Makanan porifera berupa plangton atau bahan organik yang masuk
bersama air yang melewati pori. Porifera memiliki 3 tipe saluran air yaitu tipe
askon, tipe sikon, dan leukon/argon. Porifera bisa bereproduksi dengan cara
aseksual dengan membentuk kuncup dan seksual. Filum porifera memiliki 3 kelas
antaranya: Kelas Calcarea, Kelas Hexactinellida dan Kelas Demospongiae.
§ Filum Coelenterata. Coelenterata berasal dai kata yunani, koilos
(rongga) dan enteron (usus). Jadi, Coelenterata adalah hewan yang berongga.
Coelenterate termasuk metazoan yang bersifat diploblastik, bentuk tubuh simetri
radial, mulut dikelilingi oleh tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa, alat
gerak dan alat pertahanan. Reproduksi berlangsung secara aseksual dan seksual.
Coelenterate dapat digolongkan menjadi tiga kelas yaitu: Kelas Hyrdozoa, Kelas
Scyphozoa dan Kelas Anthozoa.
§ Filum Platyhelminthes. Merupakan kelompok cacing yang tubuhnya
berbentuk pipih. Cacing pipih merupakan hewan triploblastik aselomata. Hewan
ini tidak memiliki sistem peredaran darah dan respirasi, alat pencernaannya
tidak sempurna dan alat ekskresinya berupa sel api. Filum Platyhelminthes
dikelompokan menjadi 3 kelas yaitu: Kelas Turbellaria, Kelas Trematoda dan
Cestoda. Berbentuk pita.
§ Filum Nemahelminthes. Merupakan hewan triploblastik pseudoselomata.
Nama nemathelminthes berasal dari bahasa yunani (nematos = benang, helminthes =
cacing). Anggota kelompok cacing ini memiliki tubuh bulat panjang dan tidak
bersegmen. Oleh sebab itu, cacing benang dikenal juga dengan cacing gilik. Pada
umumnya permukaan tubuh cacing gilik ditutupi oleh lapisan kutikula.
§ Filum Annelida
Kata annelida berasal dari bahasa yunani,
yaitu annulus yang berarti gelang atau segmen. Jadi, Annelida dapat diartikan
sebagai cacing yang bertubuhnya bersegmen-segmen menyerupai cincin/gelang.
Filum annelida memiliki tiga lapisan dinding tubuh (triploblastik). Filum
Annelida dapat dikelompokan menjadi 3 kelas yaitu: Kelas Polychaeta, Kelas
Oligochaeta dan Kelas Hirudinea.
§ Filum Mollus. Mollusca berarti hewan yang bertubuh lunak.
Mollusca termasuk hewan triploblastik. Filum Mollusca memiliki tubuh lunak,
simetri bilateral, dan tidak beruas-ruas. Memiliki mantel yang dapat membuat
cangkang dari bahan CaCO3 dan kelenjar lendir. Bersifat kosmopolit, memiliki
sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, sistem saraf,
sistem reproduksi dan sistem otot. Filum Mollusca dapat dikelompokkan menjadi 5
kelas yaitu: Kelas Amphineura, Kelas Gastropoda, Kelas Pelecypoda, Kelas
Scaphopoda dan Kelas Cephalopoda.
§ Filum Arthropoda. Nama Filum Arthropoda berasal dari kata
arthros = ruas, podos = kaki. Jadi, arthropoda adalah hewan yang memiliki kaki
yang beruas-ruas. Arthropoda merupakan hewan triploblastik selomata, tubuhnya
simetris bilateral dan terbungkus oleh zat kitin. Arthropoda memiliki sistem
pencernaan yang sempurna, sistem peredaran darahnya terbuka, bernafas dengan
trakea, insang, paru-paru buku atau melalui seluruh permukaan tubuhnya. Sisa
metabolismenya diekskresikan melalui pembuluh malpighi dan reproduksinya
dilakukan secara aseksual dan seksual. Arthropoda dikelompokkan menjadi 5 kelas
yaitu: Kelas Crustacea, Kelas Insecta, Kelas Diplopoda, Kelas Chilopoda dan
Kelas Arachnida.
§ Filum Echinodermata. Nama Filum Echinodermata berasal dari kata
yunani echinos (duri) dan derma (kulit). Jadi, echinodermata berarti hewan yang
memiliki kulit berduri. Echinodermata termasuk hewan triploblastik selomata,
semua anggotanya hidup di laut. Bentuk tubuhnya pada saat dewasa simetris
radial, sedangkan larvanya berupa simetris bilateral. Saluran pencernaan
sederhana dan ada beberapa jenis yang tidak memiliki anus. Echinodermata dapat
dikelompokkan atas 5 kelas yaitu: Kelas Asteroidea (bintang laut), Kelas
Echinoidea (landak laut), Kelas Ophiuroidea (bintang ular), Kelas Crinoidea (lilia
laut) dan Kelas Holothuroidea (mentimun laut atau teripang).
§ Filum Chordata. Hanya sedikit sekali anggota Filum Chordata
yang memiliki notokorda yang tidak tergantikan dengan tulang punggung. Lanselet
dan tunikata merupakan contoh chordata invertebrata.
§ Filum Protozoa. Ialah hewan-hewan yang
bersel satu dengan ukuran microshopis tetapi ada pula yang dapat dilihat
macroshapis. Pada umunya sel adalah mikroshopis tetapi ada juga sel yang
makroshopis. Misalnya: telur. Ciri-ciri umum protozoa. Terdiri dari 1 sel, tetapi ada juga beberapa spesies yang
membentuk koloni walaupun terdiri dari 1 sel. Alat-alat tubuh / organ disebut
Onganella. Protozoa dibagi dalam 5
kelas antara lain: Rhizopoda,
Flagelata,Ciliata,Suctoria dan Sporozoa.
§ Filum Cnidaria. Semua anggota spesies
yang termasuk dalam filum ini mempunyai sel penyengat yang disebut knidoblast.
Karena mempunyai knidoblast maka filum ini disebut knidaria. Bila knidoblat
tersentuh maka mematochis akan dijulurkan digunakan untuk menangkap dan
melumpuhkan mangsanya-mangsanya. Didalam mesoglea terdapat sel-sel, sehingga
beberapa ahli biologi menganggap mesoglea sebagai lapisan yang ketiga. Tubuhnya
berbentuk seperti tabung berongga dengan satu lubang di`ujungnya. Makanan masuk melalui lubang (mulut)
masuk ke rongga yang lebih dalam yang disebut rongga gastrovaskuler. Rongga ini
juga disebut Coelenteron karena itu filum ini disebut juga Coelenterata.
§ Filum Rotifera.
Jumlah anggota filum ini
sedikit, merupakan hewan yang berukuran miskrokopis. Rotifera adalah hewan
bersel banyak (setiap spesies memiliki jumlah sel tertentu). Hewan ini
seringkali menempel di objek yang ada dalam air, dengan mempergunakan ”jari
kaki”. Makanan rotifera berupa mikroorganisme yang ada dalam air. Disekitar
mulut terdapat silia yang tersusun secara melingkar.
Ø Vertebrata
Vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang mereka umumnya memiliki tubuh simetri bilateral, rangka dalam, dan berbagai alat tubuh. Vertebrata telah memiliki alat tubuh yang lengkap antara lain adalah sebagai berikut: sistem pencernaan memanjang dari mulut hingga anus, sistem peredaran darah tertutup, alat ekskresi berupa ginjal, alat pernafasan berupa paru-paru atau insang, sepasang alat reproduksi dikanan dan dikiri, sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormone, dan sistem saraf yang terdiri dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) serta susunan saraf tepi (serabut saraf).
Vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang mereka umumnya memiliki tubuh simetri bilateral, rangka dalam, dan berbagai alat tubuh. Vertebrata telah memiliki alat tubuh yang lengkap antara lain adalah sebagai berikut: sistem pencernaan memanjang dari mulut hingga anus, sistem peredaran darah tertutup, alat ekskresi berupa ginjal, alat pernafasan berupa paru-paru atau insang, sepasang alat reproduksi dikanan dan dikiri, sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormone, dan sistem saraf yang terdiri dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) serta susunan saraf tepi (serabut saraf).
Vertebrata dikelompokan atas beberapa kelas:
a) Chondrichthyes, merupakan kelompok ikan bertulang rawan.
Mereka antara lain hiu, ikan pari. Kelompok ikan ini memiliki tipe sisik
tlakoid dan glanoid.
b) Osteichthyes, merupakan kelompok ikan bertulang sejati.
Contoh kelompok ikan tersebut adalah ikan sqalmon dan ikan belut.
c) Amphibia, merupakan kelompok hewan yang dapat hidup
diair dan didarat. Larva biasa hidup diair dan bernafas dengan menggunakan
insang. Amfibi memerlukan air untuk perkembangbiakannya. Pada
suatu periode dari pertumbuhan larva mengalami metamorforsis menjadi katak
dewasa. Klas ini dibedakan atas tiga ordo, yaitu: ordo uredela, ordo Anura, dan
ordo Apoda.
d) Reptil, merupakan hewan yang menyesuaikan
diri terhadap kehidupan di darat. Reptil bernafas dengan menggunakan paru-paru,
mempunyai dua pasang kaki. Kulitnya tebal, kering, dan bersisik. Kulit berguna
untuk mencegah penguapan air dari tubuhnya. Reptilia, merupakan vertebrata pertama yang menyesuaikan
diri terhadap lingkungan yang kering. Mereka dikenal memiliki telur amniotik. Reptil mampu hidup di
daratan yang sangat kering. Perkembangbiakannya tidak memerlukan air.
Kebanyakan meletakkan telur di tanah atau pasir. Contoh reptil tersebut
antara lain dinosaurus dan reptil terbang. Sekarang hanya terdapat empat ordo,
yaitu: ordo chelonia (kura-kura dan penyu), ordo Squamata (kadal
dan ular), ordo crocodilia (buaya dan alligator) dan
ordo Rhynchocephalia. ordo ini hanya mempunyai satu jenis hewan saja, yaitu
Sphenodon.
e) Aves. Merupakan kelompok hewan yang dikenal
sebagai burung. Anggotanya juga menghasilkan elur amniotik, seperti halnya
kelompok reptile. Ada beberapa ciri burung yang sama dengan reptil (dalam
evolusi burung keturunan reptil. Burung berbeda dengan reptil dalam hal : suhu burung
konstan (homotermik) sering disebut hewan berdarah panas. Karena itu burung
mempunyai kemampuan mengatur suhu tubuhnya agar tetap stabil. Pada hewan
berdarah dingin seperti ikan, amfibi, dan reptil tidak mampu mengatur suhu
tubuhnya, sehingga suhu tubuhnya sangat tergantung pada keadaan lingkungannya.
Ayam merupakan sumber makanan yang berprotein.
f) Mamalia, merupakan kelompok hewan yang memiliki
rambut dan kelenjar mammae (kelenjar susu). Rambut tersebut dapat melindungi
diri dari cuaca dingin. Rambut tersebut dapat melindungi diri dari cuaca
dingin. Kelas mammalian contoh: kangguru. Kelompok mammalia semuanya
menghasilkan susu sebagai makanan anaknya. Susu dihasilkan oleh kelenjar
(mammae) yang terdapat di daerah perut atau dada. Selain memiliki
kelenjar susu, Mammalia juga berambut serta memiliki tiga tulang telinga
tengah. Ketiga ciri ini tidak dimiliki oleh vertebrata lainnya. Pada paus dan
lumba-lumba, rambut ada pada tahap tertentu perkembangan embrionya. Rambut
mammalia tersusun dari protein yang disebut keratin. Rambut mammalia berfungsi
tertentu, yaitu sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan
lingkungan, segabai indera peraba antara lain pada kumis.
Kelas Sarcodina / Rhizopoda
Rhizo = akar, poda = kaki, pseudo = palsu. Sarcodina /
Rhizopoda ialah hewan bersel satu dapat membentuk kaki semu (Pseudopodia). Hidupnya : - di air tawar - di air laut - parasit pada tubuh
hewan / manusia. Misal : Amoeba (bentuknya selalu berubah sehingga disebut
tidak mempunyai bentuk). Ordo-ordonya: Amoeba c. Radiolaria dan Foraminifera d. Heliozoa. Keterangan:
plasmolemma = dinding tubuh, ectoplasma = protoplasma yang terang, endoplasma =
protoplasma yang gelap, vacuola berdenyut / vacuola kontractil berisi cairan /
air dan hewan ini bergerak dengan kaki palsunya.
Kelas Sporozoa
Ciri Umum: Semua bersifat parasit, Bentuk
tubuh biasanya – bulan - bulat panjang, Tidak memiliki - alat gerak - contrictil
vacuola, Makanan langsung diserap
secara asmose dari tubuh Hast nya, Respirasi dan ekstresi berlangsung
secara diffusi. Cara perkembang biakannya: Pembelahan diri
disebut Schiztyoni dan Pembelahan spora / disebut Sporagani dan Pada spesies
tertentu ada yang hidup: Dalam
sel tubuh Hostnya. Misalnya: Saluran pencernakan makanan pada otot, pada ginjal
dan pada alat kelamin / genetalia. Sedangkan pada cairan tubuh Hostnya.
Misalnya: Dalam darah. Kelas sporozoa yaitu:
1) Sub class Telesporidia. Terbagi dalam 3 ordo:
Ordo Hoemosporidia misal Plasmodium, Ordo Gregarinida misal Gregarina dan Ordo
Coccidia misal Coccidium.
2) Sub class Acnidosporidia: Ordo Haplosporidia
misal Haplosproridium dan Ordo Sarcosporidia misal Sarcocystis.
3) Sub class Cnidosporidia: Ordo Myxosporidia
misal Sphaeromyxa, Ordo Actinomyxidia misal Triactinomyxon, Ordo Microsporidia
misal Nosamabombycis dan Ordo Helicosporidia misal Heliosporidium.
Kelas Suctoria
- Suctoria termasuk dalam phyllum Protozoa. Suctoria yang sudah dewasa tidak mampunyai tetapi mempunyai tentukel (sungut) dan protoplasma, dengan teratur tetapi atau cytostoma, Suctoria yang masih muda dalam kehidupannya mempunyai persamaan dengan Ciliata, dan juga mempunyai silia, hidup bebas berenang dan Suctoria muda ini berenang-renang beberapa waktu untuk kemudian melepaskan silia-silianya dan selanjutnya berubah ke tingkat dewasa.
- Bentuk tubuhnya: Berbentuk bola panjang dan bercabang-cabang dan diantaranya mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar