Selasa, 07 Januari 2014

Hewan Vertebrata dan Invertebrata








D
unia hewan mencakup semua organisme yang tidak mempunyai klorofil, dapat berpindah tempat atau menggerakkan tubuhnya dengan serat-serat yang dapat berkontraksi, dan terbentuk atau terdiri dari banyak sel. Beberapa organisme memang tidak menunjukkan seluruh cirri umum di atas, tetapi dalam hal tertentu menunjukkan kegiatan yang sangat mirip cirri-ciri tersebut. Ciri tentang terbentuk Syarat nomor 3 memaksa kita untuk tidak memasukkan Protozoa ke dalam dunia hewan. Kita memasukkan Protozoa kedalam dunia Protista, sedangkan dalam dunia hewan kita hanya membatasi pada metazoa atau binatang bersel banyak. Dunia hewan terdiri dari 20 sampai 24 filum yang diantaranya beranggotakan organisme-organisme yang harus dikenal dengan baik oleh setiap siswa biologi. Karena itu kita akan memusatkan pembicaraan pada kelompok ini. Hewan dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu berdasarkan ada tidaknya tulang belakang. Invertebrata (hewan yang tidak memiliki tulang belakang) dan Vertebrata (hewan yang memiliki tulang belakang).


Ø  Invertebrata. Hewan invertebrata banyak sekali disekitar kita misalnya, bekicot, kerang, udang, cumi-cumi, cacing, kupu-kupu, dan lebah. Anggota hewan invertebrata mencapai 90% dari semua spesies hewan yang ada di darat maupun di air dengan ukuran ubuh yang bervariasi. Berikut ini kita akan membahas tentang beberapa anggota filum invertebrata.

§  Filum Porifera. Porifera berasal darai kata porus (lubang-lubang kecil) dan fera (mengandung). Jadi, porifera berarti hewan yang memiliki pori. Porifera merupakan hewan metazoan paling sederhana yang memiliki banyak sel. Makanan porifera berupa plangton atau bahan organik yang masuk bersama air yang melewati pori. Porifera memiliki 3 tipe saluran air yaitu tipe askon, tipe sikon, dan leukon/argon. Porifera bisa bereproduksi dengan cara aseksual dengan membentuk kuncup dan seksual. Filum porifera memiliki 3 kelas antaranya: Kelas Calcarea, Kelas Hexactinellida dan Kelas Demospongiae.

§  Filum Coelenterata. Coelenterata berasal dai kata yunani, koilos (rongga) dan enteron (usus). Jadi, Coelenterata adalah hewan yang berongga. Coelenterate termasuk metazoan yang bersifat diploblastik, bentuk tubuh simetri radial, mulut dikelilingi oleh tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa, alat gerak dan alat pertahanan. Reproduksi berlangsung secara aseksual dan seksual. Coelenterate dapat digolongkan menjadi tiga kelas yaitu: Kelas Hyrdozoa, Kelas Scyphozoa dan Kelas Anthozoa.

§  Filum Platyhelminthes. Merupakan kelompok cacing yang tubuhnya berbentuk pipih. Cacing pipih merupakan hewan triploblastik aselomata. Hewan ini tidak memiliki sistem peredaran darah dan respirasi, alat pencernaannya tidak sempurna dan alat ekskresinya berupa sel api. Filum Platyhelminthes dikelompokan menjadi 3 kelas yaitu: Kelas Turbellaria, Kelas Trematoda dan Cestoda. Berbentuk pita.
§  Filum Nemahelminthes. Merupakan hewan triploblastik pseudoselomata. Nama nemathelminthes berasal dari bahasa yunani (nematos = benang, helminthes = cacing). Anggota kelompok cacing ini memiliki tubuh bulat panjang dan tidak bersegmen. Oleh sebab itu, cacing benang dikenal juga dengan cacing gilik. Pada umumnya permukaan tubuh cacing gilik ditutupi oleh lapisan kutikula.
§  Filum Annelida
Kata annelida berasal dari bahasa yunani, yaitu annulus yang berarti gelang atau segmen. Jadi, Annelida dapat diartikan sebagai cacing yang bertubuhnya bersegmen-segmen menyerupai cincin/gelang. Filum annelida memiliki tiga lapisan dinding tubuh (triploblastik). Filum Annelida dapat dikelompokan menjadi 3 kelas yaitu: Kelas Polychaeta, Kelas Oligochaeta dan Kelas Hirudinea.
§  Filum Mollus. Mollusca berarti hewan yang bertubuh lunak. Mollusca termasuk hewan triploblastik. Filum Mollusca memiliki tubuh lunak, simetri bilateral, dan tidak beruas-ruas. Memiliki mantel yang dapat membuat cangkang dari bahan CaCO3 dan kelenjar lendir. Bersifat kosmopolit, memiliki sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, sistem saraf, sistem reproduksi dan sistem otot. Filum Mollusca dapat dikelompokkan menjadi 5 kelas yaitu: Kelas Amphineura, Kelas Gastropoda, Kelas Pelecypoda, Kelas Scaphopoda dan Kelas Cephalopoda.


§  Filum Arthropoda. Nama Filum Arthropoda berasal dari kata arthros = ruas, podos = kaki. Jadi, arthropoda adalah hewan yang memiliki kaki yang beruas-ruas. Arthropoda merupakan hewan triploblastik selomata, tubuhnya simetris bilateral dan terbungkus oleh zat kitin. Arthropoda memiliki sistem pencernaan yang sempurna, sistem peredaran darahnya terbuka, bernafas dengan trakea, insang, paru-paru buku atau melalui seluruh permukaan tubuhnya. Sisa metabolismenya diekskresikan melalui pembuluh malpighi dan reproduksinya dilakukan secara aseksual dan seksual. Arthropoda dikelompokkan menjadi 5 kelas yaitu: Kelas Crustacea, Kelas Insecta, Kelas Diplopoda, Kelas Chilopoda dan Kelas Arachnida.

§  Filum Echinodermata. Nama Filum Echinodermata berasal dari kata yunani echinos (duri) dan derma (kulit). Jadi, echinodermata berarti hewan yang memiliki kulit berduri. Echinodermata termasuk hewan triploblastik selomata, semua anggotanya hidup di laut. Bentuk tubuhnya pada saat dewasa simetris radial, sedangkan larvanya berupa simetris bilateral. Saluran pencernaan sederhana dan ada beberapa jenis yang tidak memiliki anus. Echinodermata dapat dikelompokkan atas 5 kelas yaitu: Kelas Asteroidea (bintang laut), Kelas Echinoidea (landak laut), Kelas Ophiuroidea (bintang ular), Kelas Crinoidea (lilia laut) dan Kelas Holothuroidea (mentimun laut atau teripang).

§  Filum Chordata. Hanya sedikit sekali anggota Filum Chordata yang memiliki notokorda yang tidak tergantikan dengan tulang punggung. Lanselet dan tunikata merupakan contoh chordata invertebrata.

§  Filum Protozoa. Ialah hewan-hewan yang bersel satu dengan ukuran microshopis tetapi ada pula yang dapat dilihat macroshapis. Pada umunya sel adalah mikroshopis tetapi ada juga sel yang makroshopis. Misalnya: telur. Ciri-ciri umum protozoa. Terdiri dari 1 sel,  tetapi ada juga beberapa spesies yang membentuk koloni walaupun terdiri dari 1 sel. Alat-alat tubuh / organ disebut Onganella. Protozoa dibagi dalam 5 kelas antara lain: Rhizopoda, Flagelata,Ciliata,Suctoria dan Sporozoa.

§ Filum Cnidaria. Semua anggota spesies yang termasuk dalam filum ini mempunyai sel penyengat yang disebut knidoblast. Karena mempunyai knidoblast maka filum ini disebut knidaria. Bila knidoblat tersentuh maka mematochis akan dijulurkan digunakan untuk menangkap dan melumpuhkan mangsanya-mangsanya. Didalam mesoglea terdapat sel-sel, sehingga beberapa ahli biologi menganggap mesoglea sebagai lapisan yang ketiga. Tubuhnya berbentuk seperti tabung berongga dengan satu lubang di`ujungnya. Makanan masuk melalui lubang (mulut) masuk ke rongga yang lebih dalam yang disebut rongga gastrovaskuler. Rongga ini juga disebut Coelenteron karena itu filum ini disebut juga Coelenterata.

§ Filum Rotifera.
Jumlah anggota filum ini sedikit, merupakan hewan yang berukuran miskrokopis. Rotifera adalah hewan bersel banyak (setiap spesies memiliki jumlah sel tertentu). Hewan ini seringkali menempel di objek yang ada dalam air, dengan mempergunakan ”jari kaki”. Makanan rotifera berupa mikroorganisme yang ada dalam air. Disekitar mulut terdapat silia yang tersusun secara melingkar.


Ø  Vertebrata
Vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang mereka umumnya memiliki tubuh simetri bilateral, rangka dalam, dan berbagai alat tubuh. Vertebrata telah memiliki alat tubuh yang lengkap antara lain adalah sebagai berikut: sistem pencernaan memanjang dari mulut hingga anus, sistem peredaran darah tertutup, alat ekskresi berupa ginjal, alat pernafasan berupa paru-paru atau insang, sepasang alat reproduksi dikanan dan dikiri, sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormone, dan sistem saraf yang terdiri dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) serta susunan saraf tepi (serabut saraf).

Vertebrata dikelompokan atas beberapa kelas:
a)    Chondrichthyes, merupakan kelompok ikan bertulang rawan. Mereka antara lain hiu, ikan pari. Kelompok ikan ini memiliki tipe sisik tlakoid dan glanoid.

b)    Osteichthyes, merupakan kelompok ikan bertulang sejati. Contoh kelompok ikan tersebut adalah ikan sqalmon dan ikan belut.

c)     Amphibia, merupakan kelompok hewan yang dapat hidup diair dan didarat. Larva biasa hidup diair dan bernafas dengan menggunakan insang. Amfibi memerlukan air untuk perkembangbiakannya. Pada suatu periode dari pertumbuhan larva mengalami metamorforsis menjadi katak dewasa. Klas ini dibedakan atas tiga ordo, yaitu: ordo uredela, ordo Anura, dan ordo Apoda.

d)    Reptil, merupakan hewan yang menyesuaikan diri terhadap kehidupan di darat. Reptil bernafas dengan menggunakan paru-paru, mempunyai dua pasang kaki. Kulitnya tebal, kering, dan bersisik. Kulit berguna untuk mencegah penguapan air dari tubuhnya. Reptilia, merupakan vertebrata pertama yang menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang kering. Mereka dikenal memiliki telur amniotik. Reptil mampu hidup di daratan yang sangat kering. Perkembangbiakannya tidak memerlukan air. Kebanyakan meletakkan telur di tanah atau pasir. Contoh reptil tersebut antara lain dinosaurus dan reptil terbang. Sekarang hanya terdapat empat ordo, yaitu: ordo chelonia (kura-kura dan penyu), ordo Squamata (kadal dan ular), ordo crocodilia (buaya dan alligator) dan ordo Rhynchocephalia. ordo ini hanya mempunyai satu jenis hewan saja, yaitu Sphenodon.

e)    Aves. Merupakan kelompok hewan yang dikenal sebagai burung. Anggotanya juga menghasilkan elur amniotik, seperti halnya kelompok reptile. Ada beberapa ciri burung yang sama dengan reptil (dalam evolusi burung keturunan reptil. Burung berbeda dengan reptil dalam hal : suhu burung konstan (homotermik) sering disebut hewan berdarah panas. Karena itu burung mempunyai kemampuan mengatur suhu tubuhnya agar tetap stabil. Pada hewan berdarah dingin seperti ikan, amfibi, dan reptil tidak mampu mengatur suhu tubuhnya, sehingga suhu tubuhnya sangat tergantung pada keadaan lingkungannya. Ayam merupakan sumber makanan yang berprotein.

f)      Mamalia, merupakan kelompok hewan yang memiliki rambut dan kelenjar mammae (kelenjar susu). Rambut tersebut dapat melindungi diri dari cuaca dingin. Rambut tersebut dapat melindungi diri dari cuaca dingin. Kelas mammalian contoh: kangguru. Kelompok mammalia semuanya menghasilkan susu sebagai makanan anaknya. Susu dihasilkan oleh kelenjar (mammae) yang terdapat  di daerah perut atau dada. Selain memiliki kelenjar susu, Mammalia juga berambut serta memiliki tiga tulang telinga tengah. Ketiga ciri ini tidak dimiliki oleh vertebrata lainnya. Pada paus dan lumba-lumba, rambut ada pada tahap tertentu perkembangan embrionya. Rambut mammalia tersusun dari protein yang disebut keratin. Rambut mammalia berfungsi tertentu, yaitu sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan lingkungan, segabai indera peraba antara lain pada kumis.


Kelas Sarcodina / Rhizopoda
Rhizo = akar, poda = kaki, pseudo = palsu. Sarcodina / Rhizopoda ialah hewan bersel satu dapat membentuk kaki semu (Pseudopodia). Hidupnya : - di air tawar - di air laut - parasit pada tubuh hewan / manusia. Misal : Amoeba (bentuknya selalu berubah sehingga disebut tidak mempunyai bentuk). Ordo-ordonya: Amoeba c. Radiolaria dan Foraminifera d. Heliozoa. Keterangan: plasmolemma = dinding tubuh, ectoplasma = protoplasma yang terang, endoplasma = protoplasma yang gelap, vacuola berdenyut / vacuola kontractil berisi cairan / air dan hewan ini bergerak dengan kaki palsunya.

Kelas Sporozoa
Ciri Umum: Semua bersifat parasit, Bentuk tubuh biasanya – bulan - bulat panjang, Tidak memiliki - alat gerak - contrictil vacuola, Makanan langsung diserap secara asmose dari tubuh Hast nya, Respirasi dan ekstresi berlangsung secara diffusi. Cara perkembang biakannya: Pembelahan diri disebut Schiztyoni dan Pembelahan spora / disebut Sporagani dan Pada spesies tertentu ada yang hidup: Dalam sel tubuh Hostnya. Misalnya: Saluran pencernakan makanan pada otot, pada ginjal dan pada alat kelamin / genetalia. Sedangkan pada cairan tubuh Hostnya. Misalnya:  Dalam darah. Kelas sporozoa yaitu:
1)       Sub class Telesporidia. Terbagi dalam 3 ordo: Ordo Hoemosporidia misal Plasmodium, Ordo Gregarinida misal Gregarina dan Ordo Coccidia misal Coccidium.
2)     Sub class Acnidosporidia: Ordo Haplosporidia misal Haplosproridium dan Ordo Sarcosporidia misal Sarcocystis.
3)     Sub class Cnidosporidia: Ordo Myxosporidia misal Sphaeromyxa, Ordo Actinomyxidia misal Triactinomyxon, Ordo Microsporidia misal Nosamabombycis dan Ordo Helicosporidia misal Heliosporidium.
Kelas Suctoria
  1. Suctoria termasuk dalam phyllum Protozoa. Suctoria yang sudah dewasa tidak mampunyai tetapi mempunyai tentukel (sungut) dan protoplasma, dengan teratur tetapi atau cytostoma, Suctoria yang masih muda dalam kehidupannya mempunyai persamaan dengan Ciliata, dan juga mempunyai silia, hidup bebas berenang dan Suctoria muda ini berenang-renang beberapa waktu untuk kemudian melepaskan silia-silianya dan selanjutnya berubah ke tingkat dewasa.
  2. Bentuk tubuhnya: Berbentuk bola panjang dan bercabang-cabang dan diantaranya mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar