SISTEM
GERAK MANUSIA
S
|
ering
kali kita melakukan gerak , tetapi kurang menyadari adanya sistem yang
mempergerakan tubuh kita. Banyak sistem yang menggerakan tubuh kita seperti di
bantu otot ,rangka,tulang, daging dan lain sebagainya. Tanpa semua itu kita
tidak dapat bergerak dan melakukan aktifitas layaknya manusia lain. Otot, daging, rangka dan
tulang sangat berperan penting dengan tubuh kita dan saling berpengaruh. Manusia memiliki kemampuan untuk
bergerak dan melakukan aktivitas, seperti berjalan, berlari, menari dan
lain-lain. Bagaimana manusia dapat melalakukan gerakan? Kemampuan melakukan
gerakan tubuh pada manusia didukung adanya sistem gerak, yang merupakan hasil
kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak, seperti rangka (tulang),
persendian, dan otot.
Ø Pengertian Gerak dan Alat Gerak
Salah
satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak. Secara umum gerak dapat diartikan
berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian dari tubuh
makhluk hidup. Makhluk hidup akan bergerak bila ada impuls atau rangsangan yang mengenai
sebagian atau seluruh bagian tubuhnya. Pada hewan dan manusia dapat
mewakili pengertian gerak secara umum dan dapat dilihat dengan kasat
mata/secara nyata. Gerak pada manusia dan hewan menggunakan alat gerak yang
tersusun dalam sistem gerak. Sedangkan untuk tumbuhan, gerak yang dilakukan
tidak akan terlihat oleh kasat mata karena terjadi di dalam suatu organ atau
sel tumbuhan. Gerak pada tumbuhan juga melibatkan alat gerak, tetapi alat gerak
yang digunakan tergantung dari impuls atau rangsangan yang mengenai
sel/jaringan/organ tumbuhan tersebut.
Alat-alat gerak yang digunakan pada
manusia dan hewan ada 2 macam yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat
gerak aktif berupa otot. Kedua alat gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan
pergerakan sehingga membentuk suatu sistem yang disebut sistem gerak. Tulang
disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat melakukan pergerakkannya sendiri.
Tanpa adanya alat gerak aktif yang menempel pada tulang, maka tulang-tulang
pada manusia dan hewan akan diam dan tidak dapat membentuk alat pergerakan yang
sesungguhnya. Walaupun merupakan alat gerak pasif tetapi tulang mempunyai
peranan yang besar dalam sistem gerak manusia dan hewan. Otot disebut alat
gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia yaitu protein aktin dan myosin
yang bergabung menjadi satu membentuk aktomiosin. Dengan aktomiosin inilah otot
dapat bergerak. Sehingga pada saat otot menempel pada tulang dan bergerak
dengan otomatis tulang juga akan bergerak. Dengan memiliki aktomiosin ini maka
otot mempunyai sifat yang lentur/fleksibel dan mempunyai kemampuan untuk
memendekkan serabut ototnya (pada saat kontraksi) dan memanjangkan serabut ototnya
(pada saat relaksasi/kembali pada posisi semula)
Ø Rangka/Skeleton
§ Pengertian Rangka. Rangka atau tulang pada tubuh manusia
termasuk salah satu alat gerak pasif karena tulang baru akan bergerak bila
digerakkan oleh otot. Sedangkan unsur pembentuk tulang pada manusia adalah
unsur kalsium dalam bentuk garam yang direkatkan oleh kalogen. Dalam
perkembangannya bentuk tulang dan rangka tubuh yang disusun nya dapat mengalami
kelainan yang disebabkan oleh gangguan yang dibawa sejak lahir, infeksi
penyakit, faktor gizi atau posisi tubuh yang salah. Hubungan antar tulang yang
satu dengan tulang yang lainnya, dihubungkan oleh persendian (sendi). Pada
manusia terdapat tiga (3) bentuk persendian, yaitu sendi mati, sendi kaku dan
sendi gerak
Tulang-tulang
yang bergabung menjadi satu kasatuan disebut rangka atau skeleton.
Berdasarkan letaknya skeleton dibedakan
menjdi 2 jenis :
§ Fungsi
rangka: memberikan bentuk tubuh makhluk hidup,
melindungi organ-organ tubuh yang vital, menahan dan menegakkan tubuh, mempat
pembentukan sel darah, mempat perlekatan otot, mempat penimbunan/penyimpanan
zat kapur. Sebagai alat gerak pasif. Fungsi rangka (tulang) adalah sebagai alat gerak pasif, yang
hanya dapat bergerak bila dibantu oleh otot. Berdasarkan bentuknya tulang
dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, sedangkan
berdasarkan pada zat penyusun dan sturkturnya tulang dibedakan menjadi tulang
rawan dan tulang keras. Fungsi persendian adalah menghubungkan antara tulang
yang satu dengan tulang yang lainnya. Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif,
yang dapat menggerakkan organ lain sehingga terjadi suatu gerakan. Untuk lebih
jelasnya dalam membahas sistem gerak ini, akan diuraikan satu persatu, sebagai
berikut yaitu rangka (tulang), sendi dan otot.
§ Alat
gerak pasif / tulang. Tulang dapat dibedakan berdasarkan
jaringan penyusunnya dan sifat-sifat fisik yaitu :
v Tulang
rawan/tulang muda/cartilage. Cartilago berfungsi
untuk melindungi bagian ujung epifise tulang. Terutama dalam proses
osifikasi/penulangan. Cartilago banyak banyak dijumpai pada masa bayi terutama
pada saat proses perkembangan embrio menjadi fetus. Cartilago tersusun atas
matriks condrin yaitu berupa cairan kental yang banyak mengandung zat perekat
kolagen yang tersusun atas protein dan sedikit zat kapur/Carbonat. Pada
anak-anak cartilage lebih banyak mengandung sel pembentuk tulang rawan dari
pada matriks, sedangkan pada orang dewasa berkebalikan. Cartilago dibentuk oleh
zat pembentuk tulang rawan yang disebut dengan Condrosit.
Cartilago
berdasarkan kandungan matriksnya dibedakan menjadi :
a. Cartilago
Hialin. Cartilago ini memiliki kandungan
matriks homogen yang kaya akan serabut kolagen, transparan dan halus. Cartilago
Hialin bersifat lentur/elastic dan kuat. Pada tubuh dapat dijumpai pada organ
permukaan persendian, tulang iga dan pada saluran respirasi terutama dinding
trachea yang berbentuk cincin.
b. Cartilago
Fibrosa/serabut. Cartilago ini memiliki kandungan
matriks berupa berkas-berkas serabut kolagen. Cartilago Fibrosa bersifat kurang
lentur. Dapat dijumpai pada ruas-ruas tulang belakang, pada tulang tempurung
lutut (tendon dan ligamentum) dan tulang gelang panggul.
c. Cartilago
Elastin/elastic. Cartilago ini memiliki kandungan
matriks berupa serabut elastic berwarna kuning yang bercabang-cabang. Bersifat
lentur/elastic dan tidakakan berubah menjadi tulang sejati bila manusia
beranjak dewasa. Dapat dijumpai pada ujung hidung/cuping, saluran
eustachius (pada telinga bagian tengah) dan daun telinga.
v Tulang
keras/tulang sejati/osteon
a. Osteon
berfungsi sebagai penyusun sistem rangka tubuh
dan sebagai pelindung organ-organ yang vital.
b. Terbentuk
melalui proses: Osifikasi
(yaitu proses perubahan tulang rawan / tulang muda menjadi tulang sejati atau
tulang keras) dan Kalsifikasi. (yaitu
proses pengisian Calcium Carbonat pada peristiwa osifikasi). Pembentuk sel
tulang sejati disebut osteosit. Osteosit ini akan dibentuk oleh osteoblast
yaitu sel tulang muda yang nantinya akan membentuk osteosit/perombak sel-sel
tulang. Selaput pelindung tulang sejati disebut periosteum.
Kandungan yang terdapat dalam matriks osteon adalah Calcium Carbonat atau CaCO3
dan Calcium Phosphat atau Ca3(PO4)2. Contoh tulang keras: tulang paha,
tulang lengan, tulang betis,tulang selangka.
Ø Kerangka
manusia dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu: Bagian tengkorak, badan dan anggota gerak.
a. Tulang
pipa/panjang. Tulang ini pada umumnya berbentuk
tabung, berongga dan memanjang. Pada kedua bagian ujungnya terjadi perluasan
tulang. Fungsi dari perluasan ini untuk berhubungan dengan tulang yang lain.
Pada rongga tulang ini berisi sumsum kuning dan lemak. Tulang pipa
terbagi menjadi 3 bagian yaitu epifise, diafise dan cakraepifise. Tulang pipa
dapat dijumpai pada Os. Humerus, Os. Radius, Os. Ulna, Os. Tibia, Os. dll. Contohnya: tulang paha,tulang lengan
atas, dan tulang jari tangan. Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah
merah.
b. Tulang
pipih. Tulang pipih berbentuk gepeng
memipih, tipis. Tulang ini tersusun dari 2 buah lempengan tulang kompak dan
tulang spons. Rongga diantara kedua lempengan tulang tersebut terisi sumsum
merah. Tulang pipih dapat dijumpai pada Os. Costae, Os. Scapula, Os. Sternum,
Os. Cranium, dll.
c. Tulang
pendek. Tulang pendek berbentuk bulat dan
pendek tidak beraturan atau silinder kecil. Rongga tulang pendek berisi sumsum
merah. Tulang pendek dapat dijumpai pada ruas-ruas Os. Vertebrae, ruas-ruas Os.
Tarsal, ruas-ruas Os. Carpal, dll. Contohnya: tulang belikat, tulang dada, tulang rusuk. Berfungsi
sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.
ü Tulang
kompak/padat, merupakan tulang yang memiliki matriks
padat dan rapat. Tidak dijumpai adanya celah tanpa matriks dalam rongga
tulang ini. Dapat dijumpai pada tulang pipa/tulang panjang.
ü Tulang spons/bunga karang.
Yaitu merupakan tulang yang memiliki matriks yang tidak padat/berongga. Dapat
dijumpai pada tulang pipih dan tulang pendek.
ü Tulang
Axial terdiri dari :
a. Tulang
Tengkorak: tulang dahi, tulang pangkal
lidah dan tulang kepala bagian belakang masing-masing terdapat 1 buah.
Sedangkan tulang ubun-ubun, tulang kepala bagian belakang, tulang pelipis,
tulang baji, ulang tapis, tulang mata, tulang air mata, tulang rongga mata,
tulang pipi, tulang hidung, tulang rahang atas, tulang rahang bawah, dan tulang
langit-langit masing-masing memiliki 2 buah.
b. Tulang
Pendengaran: tulang martil, tulang landasan, dan
tulang sanggurdi masing-masing memiliki 2 buah.
c. Tulang
badan: tulang leher (7 ruas), tulang
punggung (12 ruas), tulang pinggang (5 ruas), tulang
kelangkang (5 buah) dan ulang ekor (4 ruas (menyatu).
d. Tulang
dada: tulang
dada bagian hulu, tulang dada bagian badan dan tulang dada bagian taju
pedang masing-masing memiliki 1 buah.
e. Tulang
rusuk: tulang
rusuk sejati (7 pasang), tulang rusuk palsu (3 pasang), tulang rusuk
melayang (2 pasang).
f. Tulang
gelang bahu: tulang
selangka dan tulang belikat masing-masing memiliki 2 buah.
g. Tulang
gelang panggul: tulang usus, tulang duduk dan tulang
kemaluan masing-masing memiliki 2 buah.
ü Tulang
Apendikuler/Extremitas
a. Tulang
pergerakan atas: tulang lengan atas, tulang pengumpil,
tulang hasta masing-masing 2 buah sedangkan tulang pergelangan
tangan (2 x 8 buah), tulang telapak tangan (2 x 5 buah), dan tulang
ruas jari tangan (2 x 14 ruas).
b. Tulang
pergerakan bawah: tulang
paha, tulang tempurung lutut, tulang betis, dan tulang
kering masing-masing 2 buah. Sedangkan tulang pergelangan kaki (2 x 7
ruas), tulang telapak kaki (2 x 5 buah) dan ulang ruas jari kaki (2 x
14 ruas).
Ø Persendian/artikulasi
Merupakan
hubungan antara 2 buah tulang. Struktur khusus yang terdapat pada artikulasi
yang dapat memungkinkanuntuk pergerakan disebut dengan sendi. Artikulasi
dapat dibedakkan menjadi:
1)
Sinarthrosis/sendi mati. Yaitu hubungan antara 2
tulang yang tidak dapat digerakkan sama sekali. Artikulasi ini tidak memiliki
celah sendi dan dihubungkan dengan jaringan serabut. Dijumpai pada hubungan
tulang pada tulang-tulang tengkorak yang disebut sutura.
2)
Amfiarthrosis/sendi kaku.Yaitu hubungan antara 2
tulang yang dapat digerakkan secara terbatas. Artikulasi ini dihubungkan
dengan cartilago. Dijumpai pada hubungan ruas-ruas tulang belakang,
tulang rusuk dengan tulang belakang.
3)
Diarthrosis/sendi hidup. Yaitu hubungan antara 2
tulang yang dapat digerakkan secara leluasa atau tidak terbatas.
Untuk melindungi bagian ujung-ujung tulang sendi, di daerah persendian terdapat
rongga yang berisi minyak sendi/cairan synovial yang berfunggsi sebagai pelumas
sendi. Dapat dibedakan menjadi:
· Sendi
engsel. Yaitu hubungan antar tulang yang
memungkinkan gerakan hanya satu arah saja. Dijumpai pada hubungan tulang Os.
Humerus dengan Os. Ulna dan Os. Radius/sendi pada siku, hubungan antar Os.
Femur dengan Os. Tibia dan Os. Fibula/sendi pada lutut. Contohnya: persendian antara tulang
paha dengan tulang betis dan persendian antara tulang lengan dengan tulang
hasta.
· Sendi
pelana/sendi sellaris. Yaitu hubungan antar tulang yang
memungkinkan gerakan kedua arah. Dijumpai pada hubungan antara Os. Carpal
dengan Os. Metacarpal, sendi pada tulang ibu jari. Contohnya: persendian pada ibu jari
tangan dan persendian antara tulang pergelangan tangan dengan Tulang tapak
tangan.
· Sendi
putar. Yaitu hubungan antar tulang yang
memungkinkan salah satu tulang berputar terhadap tulang yang lain sebagai
porosnya. Dijumpai pada hubungan antara Os. Humerus dengan Os. Ulna dan Os.
Radius, hubungan antar Os. Atlas dengan Os. Cranium. Contohnya: persendian antara tulang
paha dengan tulang betis dan persendian antara tulang lengan dengan tulang
hasta.
· Sendi
peluru/endartrosis. Yaitu hubungan antar tulang yang
memungkinkan gerakan ke segala arah/gerakan bebas. Dijumpai pada hubungan Os.
Scapula dengan Os. Humerus, hubungan antara Os. Femur dengan Os. Pelvis
virilis. Contohnya: persendian antara gelang bahu
dengan tulang lengan atas persendian antara gelang panggul dengan tulang paha.
· Sendi
geser. Yaitu hubungan antar tulang yang
memungkinkan gerakan pada satu bidang saja atau gerakan bergeser.
Dijumpai pada ruas-ruas Os. Vertebrae, ruas-ruas Os. Metatarsal dan ruas-ruas
Os. Metacarpal.
· Sendi
luncur. Yaitu hubungan antar tulang yang
memungkinkan gerakan badan melengkung ke depan (membungkuk) dan ke belakang
serta gerakan memutar (menggeliat).
· Sendi
gulung. Yaitu hubungan antar tulang yang
gerakan tulangnya seolah-olah mengitari tulang yang lain. Dijumpai pada
hubungan Os. Metacarpal dengan Os. Radius.
· Sendi
ovoid. Yaitu hubungan antar tulang yang
memungkinkan gerakan berporos dua, dengan gerak ke kiri dan ke kanan; gerakan
maju dan mundur; gerakan muka/depan dan belakang. Ujung tulang yang satu
berbentuk ovaldanmasuk ke dalam suatu lekuk yang berbentuk elips. Dijumpai pada
hubungan Os. Radius dengan Os. Carpal.
Ø Alat
Gerak Aktif/Otot. Berdasarkan
struktur selnya dibedakan menjadi:
a) Otot
Polos/Licin
·
Memiliki bentuk sel otot seperti
silibdris/gelendong dengan kedua ujung meruncing.
·
Memiliki satu buah inti sel yang terletak
di tengah sel otot.
·
Mempunyai permukaan sel otot yang polos
dan halus/licin.
·
Pergerakan sel otot ini diluar
kehendak/tanpa disadari dengan sifat pergerakan lambat dan teratur. Sehingga
dengan demikian tidak memungkinkan cepat lelah pada sel otot.
·
Sel otot ini banyak dijumpai di seluruh
organ dalam tubuh keculai jantung dan rangka.
b) Otot
Lurik/Seran Lintang/Rangka
·
Memiliki bentuk sel yang panjang
seperti serabut/benang/filament.
·
Memiliki banyak inti sel yang terletak
di tepi.
·
Memiliki permukaan yang tampak
bergaris-garis gelap dan terang yanag melintang pada struktur selnya. Hal ini
dikarenakan adanya myofibril yang tidak seragam/tidak sama tebalnya pad
permukaan sel otot.
·
Pergerakan sel otot ini sesuai dengan
kehendak/diperintah oleh otak. Sehingga sifat pergerakannya cepat dan tidak
teratur serta mudah lelah.
·
Sel otot ini hanya dijumpai di rangka,
karena melekat di tulang untuk pergerakan.
c) Otot
Jantung/myocardium
·
Memiliki bentuksel yang memanjang
seperti serabut/filament yang bercabang. Percabangan sel otot jantung disebut
dengan Sinsitium.
·
Memilki banyak inti sel yang terletak
di tepi agak ke tengah.
·
Pergerakan sel otot ini tanpa
disadari/diluar kehendak.s ehingga sifat pergerakannya adalah lamat, teratur
dan tidak mudah lelah.
·
Sel otot ini hanya dijumpai pada organ
jantung.
Ø Gerak
Dan Kerja Otot
Kerja Otot Manusia. Otot manusia
bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan
bagian tengahnya menggelembung (membesar). Karena memendek maka tulang yang
dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam
otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Agar tulang
dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan
tulang harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus ada otot lain yang
berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk
menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke
posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang
berbeda. Berdasarkan cara kerjanya, otot
dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. otot antagonis menyebabkan
terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang berlawanan arah. Otot
sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis, yaitu gerak otot yang bersamaan
arah. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.
v Berdasarkan
cara kerjanya dibedakan menjadi :
1) Otot
sinergis. Yaitu hubungan antar otot yang cara
kerjanya saling mendukung/bekerja sama/menimbulkan gerakan yang searah. Gerak sinergis terjadi apabila ada 2
otot yang bergerak dengan arah yang sama. Contoh: gerak tangan menengadah dan
menelungkup. Gerak ini terjadi karena
kerja sama antara otot pro nator teres dengan otot pro nator kuadratus. Contoh
lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otot-otot
antara tulang rusuk ketika kita bernapas, seluruh otot pronator
yang mengatur pergerakan telapak tangan untuk menelungkup dan seluruh
otot supinator yang mengatur pergerakan telapak tangan menengadah.
2) Otot
antagonis. Yaitu hubungan antar otot yang cara
kerjanya saling berlawanan/bertolak belakang/tidak searah. Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot
bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah. Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua
tendon yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot
trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada
tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep
berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot
trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.
v Berdasarkan
perlekatannya dibedakan menjadi :
a. Origo.
Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang
tetap/stabil pada saat kontraksi.
b. Insersio.
Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang berubah
posisi pada saat kontraksi.
Bagan/skema
mekanisme cara kerja otot.
a. Kontraksi.
Impuls → sel otot → ujung saraf → asetilkolin → sel otot → membebaskan
ion Ca 2+ protein aktin + myosin → aktomiosin → serabut otot
memendek → kontraksi.
b. Relaksasi.
Impuls → plasma
sel otot →
menyerap Ca 2+ aktomiosin → aktin + myosin →
serabut otot memanjang → relaksasi.
Ø Kelainan
pada tulang dan otot.
Kelainan dan gangguan pada tulang dapat disebabkan oleh beberapa faktor,
misalnya karena kelainan yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, karena
makanan atau kebiasaan posisi tubuh yang salah.
Penyebab
kelaian oleh: genetis, kuman penyakit, kelainan susunan
tulang dan sendi, kebiasaan sikap duduk yang salah, kebiasaan aktivitas kerja
yang berlebihan, kurang gizi, dan kecelakaan.
Ø Macam
kelainan pada sistem gerak
a. Fraktura
/patah tulang. Yaitu kelainan pada tulang akibat kecelakaan, baik kendaraan bermotor
atau jatuh. Dibedakan menjadi 2 yaitu fraktura yang tertutup (patah tulang yang
tidak sampai merobek kulit/otot) dan fraktura yang terbuka (patah tulang
yang merobek/menembus kulit/otot).
b. Osteoporosis.Yaitu
kelainan pada tulang yang disebakan karena adanya pengeropososan tulang.
Hal ini karena tubuh sudah tidak mampu lagi menyerap dan menggunakan
Calcium secara normal.
c. Fisura/retak
tulang. Yaitu kelainan tulang yang
menimbulkan keretakan pada tulang, akibat kecelakaaan.
d. Lordosis.
Yaitu
kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang melekung pada
daerah lumbalis. Ha ini akan mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang.
e. Skolisosis.
Yaitu
kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang melekung ke araah lateral.
Hal ini akan menyebabkan badan akan bengkok membentuk huruf S.
f. Kifosis.
Yaitu
kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang yanag terlalu
membengkok ke belakang.
g. Hipertrofi.
Yaitu
kelainan otot yang membesar dan menjadi lebih kuat karena sel otot diberikan
kegiatan/aktivitas yang terus menerus secara berlebihan.
h. Atrofi.
Yaitu
kelainan otot yang mengecil, lemah, fungsi otot yang menurun. Hal ini
disebabkan adanya penyakit polimielitis yang dapat merusakkan sel saraf pada otot.
i. Stiff/kaku
leher. Yaitu kelainan otot karena adanya
peradangan otot trapesius leher akibat gerakan yang menghentak secara
tiba-tiba/salah gerak.
j. Tetanus.
Yaitu
kelainan otot yang disebabkan adanya infeksi bakteri Clostridium tetani.
Sehingga menyebabkan otot menjadi kejang-kejang.
k. Rakhitis.Yaitu kelainan pada tulang akibat
kekurangan vitamin D, sehingga kakinya berbentuk X atau O.
l. Polio. Yaitu kelainan pada tulang yang
disebabkan oleh virus, sehingga keadaan tulangnya mengecil dan abnormal.
m. Kram kelainan otot yang terjadi karena
aktivitas otot yang terus menerus sehingga otot menjadi kejang.
n. Keseleo (terkilir) kelainan otot yang terjadi
jika gerak sinergis salah satu otot bekerja berlawanan arah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar