Selasa, 07 Januari 2014

Sistem Gerak Manusia



SISTEM GERAK MANUSIA



                     
S
ering kali kita melakukan gerak , tetapi kurang menyadari adanya sistem yang mempergerakan tubuh kita. Banyak sistem yang menggerakan tubuh kita seperti di bantu otot ,rangka,tulang, daging dan lain sebagainya. Tanpa semua itu kita tidak dapat bergerak dan melakukan aktifitas layaknya manusia lain. Otot, daging, rangka dan tulang sangat berperan penting dengan tubuh kita dan saling berpengaruh. Manusia memiliki kemampuan untuk bergerak dan melakukan aktivitas, seperti berjalan, berlari, menari dan lain-lain. Bagaimana manusia dapat melalakukan gerakan? Kemampuan melakukan gerakan tubuh pada manusia didukung adanya sistem gerak, yang merupakan hasil kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak, seperti rangka (tulang), persendian, dan otot. 


Ø  Pengertian Gerak dan Alat Gerak

Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak. Secara umum gerak dapat diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup akan bergerak bila ada impuls atau rangsangan yang mengenai sebagian atau  seluruh bagian tubuhnya.  Pada hewan dan manusia dapat mewakili pengertian gerak secara umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara nyata. Gerak pada manusia dan hewan menggunakan alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak. Sedangkan untuk tumbuhan, gerak yang dilakukan tidak akan terlihat oleh kasat mata karena terjadi di dalam suatu organ atau sel tumbuhan. Gerak pada tumbuhan juga melibatkan alat gerak, tetapi alat gerak yang digunakan tergantung dari impuls atau rangsangan yang mengenai sel/jaringan/organ tumbuhan tersebut.
Alat-alat gerak yang digunakan pada manusia dan hewan ada 2 macam yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua alat gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga membentuk suatu sistem yang disebut sistem gerak. Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat melakukan pergerakkannya sendiri. Tanpa adanya alat gerak aktif yang menempel pada tulang, maka tulang-tulang pada manusia dan hewan akan diam dan tidak dapat membentuk alat pergerakan yang sesungguhnya. Walaupun merupakan alat gerak pasif tetapi tulang mempunyai peranan yang besar dalam sistem gerak manusia dan hewan. Otot disebut alat gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia yaitu protein aktin dan myosin yang bergabung menjadi satu membentuk aktomiosin. Dengan aktomiosin inilah otot dapat bergerak. Sehingga pada saat otot menempel pada tulang dan bergerak dengan otomatis tulang juga akan bergerak. Dengan memiliki aktomiosin ini maka otot mempunyai sifat yang lentur/fleksibel dan mempunyai kemampuan untuk memendekkan serabut ototnya (pada saat kontraksi) dan memanjangkan serabut ototnya (pada saat relaksasi/kembali pada posisi semula)
Ø  Rangka/Skeleton
§  Pengertian Rangka. Rangka atau tulang pada tubuh manusia termasuk salah satu alat gerak pasif karena tulang baru akan bergerak bila digerakkan oleh otot. Sedangkan unsur pembentuk tulang pada manusia adalah unsur kalsium dalam bentuk garam yang direkatkan oleh kalogen. Dalam perkembangannya bentuk tulang dan rangka tubuh yang disusun nya dapat mengalami kelainan yang disebabkan oleh gangguan yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, faktor gizi atau posisi tubuh yang salah. Hubungan antar tulang yang satu dengan tulang yang lainnya, dihubungkan oleh persendian (sendi). Pada manusia terdapat tiga (3) bentuk persendian, yaitu sendi mati, sendi kaku dan sendi gerak Tulang-tulang  yang bergabung menjadi satu kasatuan disebut rangka atau skeleton.
Berdasarkan letaknya skeleton dibedakan menjdi 2 jenis :
*      Eksoskeleton. Yaitu rangka yang terdapat di luar tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat hampir di semua jenis Invertebarta tingkat rendah kecuali Protozoa, Invertebrata tingkat tinggi kecuali Phyllum Mollusca, Class Chepalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.
*      Endoskeleton.Yaitu rangka yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat pada seluruh Vertebrata, Class Pisces, Amphia, Reptilia, Aves dan Mammalia (PARAM) kecuali Reptilia jenis Kura-kura dan Penyu. Selain itu terdapat juga di pada hewan Invertebrata Phyllum Mollusca, Class Cephalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.
§  Fungsi rangka: memberikan bentuk tubuh makhluk hidup, melindungi organ-organ tubuh yang vital, menahan dan menegakkan tubuh, mempat pembentukan sel darah, mempat perlekatan otot, mempat penimbunan/penyimpanan zat kapur. Sebagai alat gerak pasif. Fungsi rangka (tulang) adalah sebagai alat gerak pasif, yang hanya dapat bergerak bila dibantu oleh otot. Berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, sedangkan berdasarkan pada zat penyusun dan sturkturnya tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. Fungsi persendian adalah menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya. Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif, yang dapat menggerakkan organ lain sehingga terjadi suatu gerakan. Untuk lebih jelasnya dalam membahas sistem gerak ini, akan diuraikan satu persatu, sebagai berikut yaitu rangka (tulang), sendi dan otot. 
§  Alat gerak pasif / tulang. Tulang dapat dibedakan berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat-sifat fisik yaitu :

v  Tulang rawan/tulang muda/cartilage. Cartilago berfungsi untuk melindungi bagian ujung epifise tulang. Terutama dalam proses osifikasi/penulangan. Cartilago banyak banyak dijumpai pada masa bayi terutama pada saat proses perkembangan embrio menjadi fetus. Cartilago tersusun atas matriks condrin yaitu berupa cairan kental yang banyak mengandung zat perekat kolagen yang tersusun atas protein dan sedikit zat kapur/Carbonat. Pada anak-anak cartilage lebih banyak mengandung sel pembentuk tulang rawan dari pada matriks, sedangkan pada orang dewasa berkebalikan. Cartilago dibentuk oleh zat pembentuk tulang rawan yang disebut dengan Condrosit.

Cartilago berdasarkan kandungan matriksnya dibedakan menjadi :
a.    Cartilago Hialin. Cartilago ini memiliki kandungan matriks homogen yang kaya akan serabut kolagen, transparan dan halus. Cartilago Hialin bersifat lentur/elastic dan kuat. Pada tubuh dapat dijumpai pada organ permukaan persendian, tulang iga dan pada saluran respirasi terutama dinding trachea yang berbentuk cincin.

b.    Cartilago Fibrosa/serabut. Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa berkas-berkas serabut kolagen. Cartilago Fibrosa bersifat kurang lentur. Dapat dijumpai pada ruas-ruas tulang belakang, pada tulang tempurung lutut (tendon dan ligamentum) dan tulang gelang panggul.

c.      Cartilago Elastin/elastic. Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa serabut elastic berwarna kuning yang bercabang-cabang. Bersifat lentur/elastic dan tidakakan berubah menjadi tulang sejati bila manusia beranjak  dewasa. Dapat dijumpai pada ujung hidung/cuping, saluran eustachius  (pada telinga bagian tengah)  dan daun telinga.

v  Tulang keras/tulang sejati/osteon
a.    Osteon berfungsi sebagai penyusun sistem rangka tubuh dan sebagai pelindung organ-organ yang vital.
b.    Terbentuk melalui proses: Osifikasi (yaitu proses perubahan tulang rawan / tulang muda menjadi tulang sejati atau tulang keras) dan Kalsifikasi. (yaitu proses pengisian Calcium Carbonat pada peristiwa osifikasi). Pembentuk sel tulang sejati disebut osteosit. Osteosit ini akan dibentuk oleh osteoblast yaitu sel tulang muda yang nantinya akan membentuk osteosit/perombak sel-sel tulang.  Selaput pelindung tulang sejati disebut periosteum.  Kandungan yang terdapat dalam matriks osteon adalah Calcium Carbonat atau CaCO3 dan Calcium Phosphat atau Ca3(PO4)2. Contoh tulang keras: tulang paha, tulang lengan, tulang betis,tulang selangka.
Ø  Kerangka manusia dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu: Bagian tengkorak, badan dan anggota gerak.
*      Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi :  (PIPIPEN)
a.    Tulang pipa/panjang. Tulang ini pada umumnya berbentuk tabung, berongga dan memanjang. Pada kedua bagian ujungnya terjadi perluasan tulang. Fungsi dari perluasan ini untuk berhubungan dengan tulang yang lain. Pada rongga tulang ini berisi sumsum kuning dan lemak. Tulang  pipa terbagi menjadi 3 bagian yaitu epifise, diafise dan cakraepifise. Tulang pipa dapat dijumpai pada Os. Humerus, Os. Radius, Os. Ulna, Os. Tibia, Os. dll. Contohnya: tulang paha,tulang lengan atas, dan tulang jari tangan. Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah.

b.    Tulang pipih. Tulang pipih berbentuk gepeng memipih, tipis. Tulang ini tersusun dari 2 buah lempengan tulang kompak dan tulang spons. Rongga diantara kedua lempengan tulang tersebut terisi sumsum merah. Tulang pipih dapat dijumpai pada Os. Costae, Os. Scapula, Os. Sternum, Os. Cranium, dll.

c.      Tulang pendek. Tulang pendek berbentuk bulat dan pendek tidak beraturan atau silinder kecil. Rongga tulang pendek berisi sumsum merah. Tulang pendek dapat dijumpai pada ruas-ruas Os. Vertebrae, ruas-ruas Os. Tarsal, ruas-ruas Os. Carpal, dll. Contohnya: tulang belikat, tulang dada, tulang rusuk. Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.
   
*      Berdasarkan matriksnya dibedakan menjadi :
ü  Tulang kompak/padat, merupakan tulang yang memiliki matriks padat dan rapat. Tidak dijumpai adanya celah tanpa matriks  dalam rongga tulang ini. Dapat dijumpai pada tulang pipa/tulang panjang.

ü  Tulang spons/bunga karang. Yaitu merupakan tulang yang memiliki matriks yang tidak padat/berongga. Dapat dijumpai pada tulang pipih dan tulang pendek.


*      Berdasarkan letaknya tulang dibedakan menjadi :

ü  Tulang Axial terdiri dari :
a.    Tulang Tengkorak: tulang dahi, tulang pangkal lidah  dan tulang kepala bagian belakang masing-masing terdapat 1 buah. Sedangkan tulang ubun-ubun, tulang kepala bagian belakang, tulang pelipis, tulang baji, ulang tapis, tulang mata, tulang air mata, tulang rongga mata, tulang pipi, tulang hidung, tulang rahang atas, tulang rahang bawah, dan tulang langit-langit masing-masing memiliki 2 buah.
b.    Tulang Pendengaran: tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi masing-masing memiliki 2 buah.
c.      Tulang badan: tulang leher (7 ruas), tulang punggung (12 ruas), tulang pinggang (5 ruas), tulang kelangkang (5 buah) dan ulang ekor  (4 ruas (menyatu).
d.    Tulang dada: tulang dada bagian hulu, tulang dada bagian badan dan tulang dada bagian taju pedang masing-masing memiliki 1 buah.
e.     Tulang rusuk: tulang rusuk sejati (7 pasang), tulang rusuk palsu (3 pasang), tulang rusuk melayang (2 pasang).
f.      Tulang gelang bahu: tulang selangka dan tulang belikat masing-masing memiliki 2 buah.
g.    Tulang gelang panggul: tulang usus, tulang duduk dan tulang kemaluan masing-masing memiliki 2 buah.
ü Tulang Apendikuler/Extremitas
a.    Tulang pergerakan atas: tulang lengan atas, tulang pengumpil, tulang hasta masing-masing 2 buah sedangkan tulang pergelangan tangan (2 x 8 buah), tulang telapak tangan (2 x 5 buah), dan tulang ruas jari tangan (2 x 14 ruas).
b.    Tulang pergerakan bawah: tulang paha, tulang tempurung lutut, tulang betis, dan tulang kering masing-masing 2 buah. Sedangkan tulang pergelangan kaki (2 x 7 ruas), tulang telapak kaki (2 x 5 buah) dan ulang ruas jari kaki (2 x 14 ruas).
Ø  Persendian/artikulasi

Merupakan hubungan antara 2 buah tulang. Struktur khusus yang terdapat pada artikulasi yang dapat memungkinkanuntuk pergerakan disebut  dengan sendi. Artikulasi dapat dibedakkan menjadi:
1) Sinarthrosis/sendi mati. Yaitu hubungan antara 2 tulang yang tidak dapat digerakkan sama sekali. Artikulasi ini tidak memiliki celah sendi dan dihubungkan dengan jaringan serabut. Dijumpai pada hubungan tulang pada tulang-tulang tengkorak yang disebut sutura.
2) Amfiarthrosis/sendi kaku.Yaitu hubungan antara 2 tulang  yang dapat digerakkan secara terbatas. Artikulasi ini dihubungkan dengan cartilago.  Dijumpai pada hubungan ruas-ruas tulang belakang, tulang rusuk dengan tulang belakang.
3) Diarthrosis/sendi hidup. Yaitu hubungan antara 2 tulang  yang  dapat digerakkan secara leluasa atau tidak terbatas. Untuk melindungi bagian ujung-ujung tulang sendi, di daerah persendian terdapat rongga yang berisi minyak sendi/cairan synovial yang berfunggsi sebagai pelumas sendi. Dapat dibedakan menjadi:
·      Sendi engsel. Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan hanya satu arah saja. Dijumpai pada hubungan tulang Os. Humerus dengan Os. Ulna dan Os. Radius/sendi pada siku, hubungan antar Os. Femur dengan Os. Tibia dan Os. Fibula/sendi pada lutut. Contohnya: persendian antara tulang paha dengan tulang betis dan persendian antara tulang lengan dengan tulang hasta.
·      Sendi pelana/sendi sellaris. Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan  gerakan kedua arah. Dijumpai pada hubungan antara Os. Carpal dengan Os. Metacarpal, sendi pada tulang ibu jari. Contohnya: persendian pada ibu jari tangan dan persendian antara tulang pergelangan tangan dengan Tulang tapak tangan.
·      Sendi putar. Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan salah satu tulang berputar terhadap tulang yang lain sebagai porosnya. Dijumpai pada hubungan antara Os. Humerus dengan Os. Ulna dan Os. Radius, hubungan antar Os. Atlas dengan Os. Cranium. Contohnya: persendian antara tulang paha dengan tulang betis dan persendian antara tulang lengan dengan tulang hasta.
·      Sendi peluru/endartrosis. Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan ke segala arah/gerakan bebas. Dijumpai pada hubungan Os. Scapula dengan Os. Humerus, hubungan antara Os. Femur dengan Os. Pelvis virilis. Contohnya: persendian antara gelang bahu dengan tulang lengan atas persendian antara gelang panggul dengan tulang paha.
·      Sendi geser. Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan pada satu bidang  saja atau gerakan bergeser. Dijumpai pada ruas-ruas Os. Vertebrae, ruas-ruas Os. Metatarsal dan ruas-ruas Os. Metacarpal.
·      Sendi  luncur. Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan badan melengkung ke depan (membungkuk) dan ke belakang serta gerakan memutar (menggeliat).
·      Sendi gulung. Yaitu hubungan antar tulang yang gerakan tulangnya seolah-olah mengitari tulang yang lain. Dijumpai pada hubungan Os. Metacarpal dengan Os. Radius.
·      Sendi ovoid. Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan berporos dua, dengan gerak ke kiri dan ke kanan; gerakan maju dan mundur; gerakan muka/depan dan belakang.  Ujung tulang yang satu berbentuk ovaldanmasuk ke dalam suatu lekuk yang berbentuk elips. Dijumpai pada hubungan Os. Radius dengan Os. Carpal.
Ø  Alat Gerak Aktif/Otot. Berdasarkan struktur selnya dibedakan menjadi:
a)    Otot Polos/Licin
·         Memiliki bentuk sel otot seperti silibdris/gelendong dengan kedua ujung meruncing.
·         Memiliki satu buah inti sel yang terletak di tengah sel otot.
·         Mempunyai permukaan sel otot yang polos dan halus/licin.
·         Pergerakan sel otot ini diluar kehendak/tanpa disadari dengan sifat pergerakan lambat dan teratur. Sehingga dengan demikian tidak memungkinkan cepat lelah pada sel otot.
·         Sel otot ini banyak dijumpai di seluruh organ dalam tubuh keculai jantung dan rangka.
b)    Otot Lurik/Seran Lintang/Rangka
·         Memiliki bentuk sel yang panjang seperti serabut/benang/filament.
·         Memiliki banyak inti sel yang terletak di tepi.
·         Memiliki permukaan yang tampak bergaris-garis gelap dan terang yanag melintang pada struktur selnya. Hal ini dikarenakan adanya myofibril yang tidak seragam/tidak sama tebalnya pad permukaan sel otot.
·         Pergerakan sel otot ini sesuai dengan kehendak/diperintah oleh otak. Sehingga sifat pergerakannya cepat dan tidak teratur serta mudah lelah.
·         Sel otot ini hanya dijumpai di rangka, karena melekat di tulang untuk pergerakan.

c)     Otot Jantung/myocardium
·         Memiliki bentuksel yang memanjang seperti serabut/filament yang bercabang. Percabangan sel otot jantung disebut dengan Sinsitium.
·         Memilki banyak inti sel yang terletak di tepi agak ke tengah.
·         Pergerakan sel otot ini tanpa disadari/diluar kehendak.s ehingga sifat pergerakannya adalah lamat, teratur dan tidak mudah lelah.
·         Sel otot ini hanya dijumpai pada organ jantung.

Ø  Gerak Dan Kerja Otot

Kerja Otot Manusia. Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Karena memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda.  Berdasarkan cara kerjanya, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. otot antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang berlawanan arah. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis, yaitu gerak otot yang bersamaan arah. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.
v    Berdasarkan cara kerjanya dibedakan  menjadi :
1)      Otot sinergis. Yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya saling mendukung/bekerja sama/menimbulkan gerakan yang searah. Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan arah yang sama. Contoh: gerak tangan menengadah dan menelungkup.  Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pro nator teres dengan otot pro nator kuadratus. Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otot-otot antara tulang rusuk ketika kita bernapas, seluruh otot pronator yang mengatur pergerakan telapak  tangan untuk menelungkup dan seluruh otot supinator yang mengatur pergerakan telapak tangan menengadah.

2)    Otot antagonis. Yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya saling berlawanan/bertolak belakang/tidak searah. Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah.  Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang.  Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.
v    Berdasarkan perlekatannya dibedakan  menjadi :
a.    Origo. Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang tetap/stabil pada saat kontraksi.
b.    Insersio. Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang berubah posisi pada saat kontraksi.
Bagan/skema mekanisme cara kerja otot.
a.    Kontraksi. Impuls  sel otot  ujung saraf  asetilkolin  sel otot  membebaskan ion Ca 2+ protein aktin + myosin   aktomiosin  serabut otot memendek  kontraksi.

b.    Relaksasi.  Impuls plasma sel otot  menyerap Ca 2+ aktomiosin  aktin + myosin serabut otot memanjang relaksasi.
Ø  Kelainan pada tulang dan otot. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena kelainan yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, karena makanan atau kebiasaan posisi tubuh yang salah.
Penyebab kelaian oleh: genetis, kuman penyakit, kelainan susunan tulang dan sendi, kebiasaan sikap duduk yang salah, kebiasaan aktivitas kerja yang berlebihan, kurang gizi, dan kecelakaan.
Ø  Macam kelainan pada sistem gerak
a.    Fraktura /patah tulang. Yaitu kelainan pada tulang akibat kecelakaan, baik kendaraan bermotor atau jatuh. Dibedakan menjadi 2 yaitu fraktura yang tertutup (patah tulang yang tidak sampai merobek  kulit/otot) dan fraktura yang terbuka (patah tulang yang merobek/menembus kulit/otot).
b.    Osteoporosis.Yaitu kelainan pada tulang  yang disebakan karena adanya pengeropososan tulang. Hal ini karena tubuh sudah tidak mampu lagi menyerap dan menggunakan Calcium  secara normal.

c.      Fisura/retak tulang. Yaitu kelainan tulang yang  menimbulkan keretakan pada tulang, akibat kecelakaaan.
d.    Lordosis. Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang  melekung pada daerah lumbalis. Ha ini akan mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang.
                                                                                                                                             
e.     Skolisosis. Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang melekung ke araah lateral. Hal ini akan  menyebabkan badan akan bengkok membentuk huruf S.

f.      Kifosis. Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang yanag terlalu membengkok ke  belakang.

g.    Hipertrofi. Yaitu kelainan otot yang membesar dan menjadi lebih kuat karena sel otot diberikan kegiatan/aktivitas yang terus menerus secara berlebihan.
h.    Atrofi. Yaitu kelainan otot yang mengecil, lemah, fungsi otot yang menurun. Hal ini disebabkan adanya penyakit polimielitis yang dapat merusakkan sel saraf pada otot.
i.       Stiff/kaku leher. Yaitu kelainan otot karena adanya peradangan otot trapesius leher akibat gerakan yang menghentak secara tiba-tiba/salah gerak.
j.       Tetanus. Yaitu kelainan otot yang disebabkan adanya infeksi bakteri Clostridium tetani. Sehingga menyebabkan otot menjadi kejang-kejang.
k.    Rakhitis.Yaitu kelainan pada tulang akibat kekurangan vitamin D, sehingga kakinya berbentuk X atau O.
l.       Polio. Yaitu kelainan pada tulang yang disebabkan oleh virus, sehingga keadaan tulangnya mengecil dan abnormal.
m.  Kram kelainan otot yang terjadi karena aktivitas otot yang terus menerus sehingga otot menjadi kejang.
n.    Keseleo (terkilir) kelainan otot yang terjadi jika gerak sinergis salah satu otot bekerja berlawanan arah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar