Selasa, 07 Januari 2014

Sel Hewan dan Tumbuhan



Sel Hewan dan Sel Tumbuhan


P
engertian Sel. Sel berasal dari kata latin cella yang berarti ruangan kecil. Ukuran sel bermacam-macam dan bentuk sel juga bermacam-macam. Meskipun ukuran sel sangat kecil, strukturnya sangat rumit dan masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus. Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan kehidupan. sel disebut sebagai unit terkecil karena sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang berdiri sendiri. Sel dapat melakukan proses kehidupan seperti melakukan respirasi, perombakan, penyusunan, reproduksi melalui pembelahan sel, dan terhadap rangsangan. sel disebut satuan struktural makhluk hidup.
Sel juga disebut sebagai satuan fungsional makhluk hidup. Perkembangbiakan dilakukan melalui pembelahan sel, pembelahan sel dilakukan baik oleh organisme bersel satu mengadakan pembelahan secara langsung sedangkan sel-sel pada organisme bersel banyak mengalami pembelahan secara mitosis. Sel mengandung materi genetik,yaitu materi penentu sifat-sifat makhluk hidup, dengan adanya materi genetik, sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya.
1.      Teori Sel Robert Hooke (1635-1703). Sel yang ditemukan Robert Hooke merupakan sel-sel gabus yang telah mati. Sejak penemuan itu, beberapa ilmuwan berlomba untuk mengetahui lebih banyak tentang sel.
2.     Teori Sel Antony van Leeuwenhoek (1632–1723). Antonie van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang menemukan sel hidup. Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula).
3.     Teory Sel Robert Brown (1773-1858). Inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dankehadiran inti sel tersebut sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel
4.    Teori Sel Matthias Schleiden (1804-1881). Ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. 
5.     Teori Sel Theodor Schwann (1810-1882). Ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel. Dari penelitian tersebut dia menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.
6.    Teori Sel Max Schultze (1825-1874). Sel merupakan unit struktural makhluk hidup, sel merupakan unit fungsional makhluk hidup, sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup, dan sel merupakan unit hereditas.
7.     Teori Sel Rudolf Virchow (1821–1902). Setiap sel berasal dari sel-sel yang telah ada sebelumnya (omnis cellula ex celula)
8.     Teori Sel Johanes Purkinye (1787–1869). Sel Purkinje, sebuah sel saraf besar yang memiliki banyak cabang dendrit. Sel ini dapat ditemukan di otak kecil. Selain itu dia adalah orang pertama yang mengajukan istilah protoplasma untuk menamai bahan embrional sel telur.
1)                  Sel Tumbuhan
·         Apparatus Golgi: adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Sel hewan 10-20, sel tumbuhan hingga ratusan

·         Vesikel Golgi: Sebuah badan terikat membran yang terbentuk oleh "tunas" dari aparatus Golgi. Ini mengandung protein (glikoprotein), seperti enzim pencernaan, dan berpindah ke sel (plasma) membran. Vesikel Golgi membuang isinya ke luar sel melalui proses yang disebut exocytosis. 
·         Lisosom: Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan.
·         Peroksisom: Sebuah membran-terikat organel yang mengandung enzim tertentu yang diimpor dari sitoplasma (sitosol).
·         Glikolisis: Sebuah jalur oksidasi anaerobik luar mitokondria di mana glukosa dioksidasi menjadi piruvat dengan keuntungan bersih dari 2 molekul ATP. Piruvat diubah menjadi kelompok 2-karbon asetil yang memasuki siklus Krebs dalam mitokondria.
·         Mitokondria: Membran-terikat organel dan tempat respirasi aerobik dan produksi ATP. Energi dari oksidasi langkah demi langkah glukosa (disebut Krebs atau siklus asam sitrat) digunakan untuk menghasilkan molekul adenosin trifosfat (ATP). Termasuk glikolisis, total 38 molekul ATP yang dihasilkan dari satu molekul glukosa. berikut ini adalah fungsi dari masing sel hewan dan tumbuhan sebagai:
*      Membran sel, merupakan bagian sel paling luar. Dimiliki oleh hewan dan tumbuhan. Berfungsi mengatur keluar masuknya zat pada suat
*      Dinding sel, merupakan lapisan di bawah membran sel, terbuat dari selulosa. Hanya dimiliki oleh sel tumbuhan. Berfungsi untuk memberi kekuatan dan perlindungan bagi sel.
*      Sitoplasma, cairan bening seperti gel yang mengisi ruang  dalam sel, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme.
*      Vakuola, merupakan rongga di dalam sel yang berlapis membran, di dalamnya berisi cairan. Berfungsi sebagai tempat menyimpan bahan makanan dan sisa metabolisme. Vakuola sel hewan berukuran kecil, sedangkan vakuola tumbuhan berukuran besar.
*      Mitokondria, merupakan tempat pembentukan sumber energi. Umumnya dimiliki semua sel hidup, karena fungsinya yang sangat penting, yaitu menghasilkan energi melalui proses respirasi sel.
*      Ribosom, organel berbentuk butiran-butiran kecil yang terdapat di sitoplasma atau menempel di permukaan retikulum endoplasma kasar. Berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Terdapat di sel hewan dan tumbuhan.
*      Retikulum Endoplasma, organel berbentuk seperti saluran. Retikulum Endoplasma permukaan kasar diselubungi ribosom, Retikulum Endoplasma permukaan halus tidak ada ribosom, tetapi di permukaannya terdapat enzim-enzim. Berfungsi untuk membatu metabolisme protein, lemak dan karbohidrat.
*      Badan Golgi, organel berbentuk seperti tumpukan kue panekuk. Berfungsi membantu sintesis protein. Terdapat di sel tumbuhan dan hewan.
*      Lisosom, merupakan kantung kecil dengan membran tunggal. Berfungsi untuk mendaur ulang bagian sel yang rusak, mencerna zat sisa makanan atau zat-zat asing yang masuk ke dalam sel. Terdapat di sel tumbuhan dan hewan.
*      Sentrosom, bentuknya seperti tabung kecil dan mengapung di sitoplasma. Sentriol dalam sentrosom berperan dalam pembelahan sel. Sentrosom sel hewan memiliki sepasang sentriol, sednag sel tumbuhan tidak.
*      Nuklues (inti sel), organel berbentuk bulat atau lonjong yang terdapat di tengah atau bagian tepi sel. Berfungsi sebagai pusat pengendali kegiatan sel. Di dalamnya terdapat cairan inti  (nukleoplasma), anak inti (nukleolus) dan selapu inti. Terdapat di sel hewan dan tumbuhan.
*      Kloroplas, organel kecil berbentuk bulat yang berwarna hijau karena mengandung pigmen klorofil. Hanya trdapat di sel tumbuhan. Berperan dalam proses fotosintesis tumbuhan yang menghasilkan energi dan bahan makanan tumbuhan.
                                   
2)    Sel Hewan

Pengertian Sel Hewan
Pada mulanya (sekitar tahun 1910), kultur jaringan/sel hewan adalah merupakan metode untuk mempelajari tingkah laku atau sifat-sifat sel hewan dalam keadaan fisiologis maupun dalam kondisi artifisial karena suatu perlakuan. Pada awalnya yang digunakan untuk kultur adalah jaringan sehingga kembangkan kultur jaringan menjadi istilah yang digunakan. Kultur jaringan dalam arti luas menyangkut pengertian umum yang meliputi: kultur organ, kultur jaringan, dan kultur sel. Padahal sebenarnya, batasan mengenai kultur organ adalah kultur dari organ utuh atau sebagian organ yang secara histologis seperti halnya in vivo. Sedangkan kultur jaringan dan/atau kultur sel merupakan kultur dispersi sel yang berasal atau yang didapat dari jaringan orisinal setelah terlebih dahulu mengalami pemisahan secara mekanis, atau kimiawi.
Kultur jaringan merupakan suatu metode untuk memperbanyak jaringan/sel yang berasal atau yang didapat dari jaringan orisinal tumbuhan atau hewan setelah terlebih dahulu mengalami pemisahan secara mekanis, atau kimiawi secara in vitro. Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Sel tumbuhan cukup berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi:
a)     Vakuola yang besar (dikelilingi membran, disebut tonoplas, yang menjaga turgor sel dan mengontrol pergerakan molekul di antara sitosol dan getah).
b)     Dinding sel yang tersusun atas selulosa dan protein, dalam banyak kasus lignin, dan disimpan oleh protoplasma di luar membran sel. Ini berbeda dengan dinding sel fungi, yang dibuat dari kitin, dan prokariotik, yang dibuat dari peptidoglikan
c)      Plasmodesmata, merupakan pori-pori penghubung pada dinding sel memungkinkan setiap sel tumbuhan berkomunikasi dengan sel berdekatan lainnya. Ini berbeda dari jaringan hifa yang digunakan oleh fungi.
d)     Plastida, terutama kloroplas yang mengandung klorofil, pigmen yang memberikan warna hijau bagi tumbuhan dan memungkinkan terjadinya fotosintesis.
e)     Kelompok tumbuhan tidak berflagella juga tidak memiliki sentriol yang terdapat di sel hewan.
Hewan memiliki organel yang khas pada selnya, yaitu sentriol.
Sentriol
            Sentriol merupakan sepasang struktur seperti selinder yang memiliki lubang ditengah dan tersuusn dari protein mikrotubulus. Sentriol tersusun dari mikrotubulus yang membentuk suatu struktur protein seperti jala yang tampak berlekatan dengan kromosom selama pembelahan sel (mitosis dan meiosis). Jala tersebut dinamakan benag spindel.
Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
No.
Perbedaan
Sel tumbuhan
Sel hewan
1
Dinding sel
Ada,  kuat dan mengalami penebalan yaitu selulosa
Tidak ada membran plasma tipis dan
lentur serta tidak mengalami penebalan
2
Membran plasma
Ada
Ada
3
Sitoplasma
Ada
Ada
4
Mitokondria
Ada
Ada
5
Lisosom
Tidak ada
Ada
6
Ribosom
Ada
Ada
7
Badan Golgi
Ada
Ada
8
Sentrosom
Tidak ada
Ada
9
Plastida
Ada
Tidak ada
10
Mikrotubulus
Tidak ada
Ada
11
Vakuola
Ada (besar)
Tidak ada, ex Protozoa
12
RE
Ada
Ada
13
Nukleus
Ada
Ada

Sel bakteri dibatasi oleh membran plasma. Di dalamnya terdapat nukleoid (DNA) tanpa dibatasi oleh membran inti, dan ribosom. Di sebelah luar dari membran plasma terdapat dinding sel yang disusun oleh peptidoglikan (kompleks gula dan protein). Pada sebagian bakteri sel tersebut dibungkus oleh kapsul (disusun oleh gula). Bakteri mempunyai alat gerak berupa flagel. Pada permukaan sel bakteri terdapat pili yang dapat digunakan untuk menempel pada substratnya. Pada bakteri fotosintetik dan ganggang hijau biru terdapat klorofil yang tersebar dalam sitoplasma, tanpa membran yang membatasinya dengan bagian sel lainnya. Jadi, sel prokariotik ada yang mempunyai klorofil tetapi tidak dalam kloroplas (plastid yang berwarna hijau). Sel prokariotik mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil (kurang lebih sepersepuluhnya) dari sel eukariotik.
3)     Ciri-ciri mahluk hidup
Ciri-ciri makhluk hidup antara lain: memerlukan makanan (nutrisi), bernafas (respirasi), ekskresi, sintesis, tumbuh dan berkembang, regulasi, reproduksi, iritabilitas, adaptasi, interaksi dengan lingkungan, serta bentuk dan ukuran tertentu, terdiri dari sel.
§  Nutrisi. Makhluk hidup memerlukan makanan dan memilih jenis makanan yang sesuai dengan kondisi tubuhnya. Makanan tersebut akan mengalami proses pemecahan secara enzimatis untuk mendapatkan energi dalam melakukan aktivitas, penyusun sel-sel, dan mengganti bagian yang rusak. Makanan yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas hidup disebut nutrisi.
§  Respirasi. Respirasi atau pernafasan adalah proses penyederhanaan senyawa kimia dari zat makanan untuk mendapatkan energi. Pernafasan dapat terjadi secara: Aerob dan Anaerob
§  Ekskresi. Pengeluaran senyawa-senyawa kimia sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh makhluk hidup, dan bila terdapat dalam tubuh akan bersifat toksik (meracuni).
§  Sintesis. Dalam tubuh terjadi perubahan dari suatu senyawa ke senyawa lain untuk kepentingan penyusun tubuh, memelihara kelangsungan hidup, dan mempertahankan tubuh dalam berinteraksi dengan lingkungan. Penyusunan senyawa kimia dalam tubuh untuk aktivitas hidup dinamakan sintesis.
§  Pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya volume dan jumlah sel serta jumlah senyawa kimia dalam tubuh yang bersifat irreversible pada jangka waktu tertentu. Perkembangan adalah pertumbuhan yang diikuti dengan berubah, sifat menuju kedewasaan. Sedangkan diferensiasi adalah pertumbuhan sel diikuti dengan spesialisasi (fungsi khusus) sel.
§  Regulasi. Pengaturan baik secara kuantitas maupun kualitas pada setiap saat terhadap sruktur suatu sistem metabolisme dalam makhluk hidup disebut dengan regulasi.
§  Iritabilitas. Iritabilitas dimaksudkan sebagai kemampuan makhluk hidup menerima rangsang dan sanggup mengadakan respons terhadap rangsangan tersebut.
§  Reproduksi. Proses bertambahnya jumlah individu yang berperan untuk kelestarian keturunannya disebut reproduksi.
§  Adaptasi. Penyesuaian diri dengan keadaan lingkungan pada waktu yang relatif pendek disebut toleransi, sedangkan toleransi yang berlangsung dalam waktu yang relatif panjang disebut adaptasi.
§  Interaksi. Untuk menjaga stabilitas hidupnya atau mempertahankan hidupnya makhluk hidup harus bersaing dengan individu lain. Persaingan terjadi dalam mendapatkan tempat hidup, makanan, cahaya dan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar