Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
P
|
engertian Sel. Sel berasal dari kata latin cella yang berarti ruangan kecil. Ukuran sel bermacam-macam dan
bentuk sel juga bermacam-macam. Meskipun ukuran sel sangat kecil, strukturnya sangat
rumit dan masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus. Sel merupakan unit
terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan kehidupan. sel disebut
sebagai unit terkecil karena sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian
yang lebih kecil yang berdiri sendiri. Sel dapat melakukan proses kehidupan
seperti melakukan respirasi, perombakan, penyusunan, reproduksi melalui
pembelahan sel, dan terhadap rangsangan. sel disebut satuan struktural makhluk
hidup.
Sel juga disebut sebagai satuan fungsional
makhluk hidup. Perkembangbiakan dilakukan melalui pembelahan sel, pembelahan
sel dilakukan baik oleh organisme bersel satu mengadakan pembelahan secara
langsung sedangkan sel-sel pada organisme bersel banyak mengalami pembelahan
secara mitosis. Sel mengandung materi genetik,yaitu materi penentu sifat-sifat
makhluk hidup, dengan adanya materi genetik, sifat makhluk hidup dapat
diwariskan kepada keturunannya.
1. Teori
Sel Robert Hooke (1635-1703). Sel yang ditemukan Robert Hooke merupakan sel-sel gabus
yang telah mati. Sejak penemuan itu, beberapa ilmuwan berlomba untuk mengetahui
lebih banyak tentang sel.
2. Teori
Sel Antony van Leeuwenhoek (1632–1723). Antonie van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang
menemukan sel hidup. Robert Hooke
(Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil pengamatannya
ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula).
3. Teory
Sel Robert Brown (1773-1858). Inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dankehadiran inti
sel tersebut sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di
dalam sel
4. Teori
Sel Matthias Schleiden (1804-1881). Ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan
adalah sel.
5. Teori
Sel Theodor Schwann (1810-1882). Ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan
adalah sel. Dari penelitian tersebut dia menyimpulkan bahwa sel merupakan unit
terkecil penyusun makhluk hidup.
6. Teori
Sel Max Schultze (1825-1874). Sel merupakan unit struktural makhluk hidup, sel
merupakan unit fungsional makhluk hidup, sel merupakan unit reproduksi makhluk
hidup, dan sel merupakan unit hereditas.
7. Teori
Sel Rudolf Virchow (1821–1902). Setiap sel berasal dari sel-sel yang telah ada sebelumnya
(omnis cellula ex celula)
8. Teori
Sel Johanes Purkinye (1787–1869). Sel Purkinje, sebuah sel saraf besar yang memiliki banyak
cabang dendrit. Sel ini dapat ditemukan di otak kecil. Selain itu dia adalah
orang pertama yang mengajukan istilah protoplasma untuk menamai bahan embrional
sel telur.
1)
Sel
Tumbuhan
·
Apparatus
Golgi:
adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini
dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat
hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang
melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Sel hewan 10-20, sel tumbuhan hingga
ratusan
·
Vesikel
Golgi:
Sebuah badan terikat membran yang terbentuk oleh "tunas" dari
aparatus Golgi. Ini mengandung protein (glikoprotein), seperti enzim
pencernaan, dan berpindah ke sel (plasma) membran. Vesikel Golgi membuang
isinya ke luar sel melalui proses yang disebut exocytosis.
·
Lisosom: Lisosom adalah organel sel berupa kantong
terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol
pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan.
·
Peroksisom: Sebuah membran-terikat organel yang
mengandung enzim tertentu yang diimpor dari sitoplasma (sitosol).
·
Glikolisis: Sebuah jalur oksidasi anaerobik luar
mitokondria di mana glukosa dioksidasi menjadi piruvat dengan keuntungan bersih
dari 2 molekul ATP. Piruvat diubah menjadi kelompok 2-karbon asetil yang
memasuki siklus Krebs dalam mitokondria.
·
Mitokondria: Membran-terikat organel dan tempat
respirasi aerobik dan produksi ATP. Energi dari oksidasi langkah demi langkah
glukosa (disebut Krebs atau siklus asam sitrat) digunakan untuk menghasilkan
molekul adenosin trifosfat (ATP). Termasuk glikolisis, total 38 molekul ATP
yang dihasilkan dari satu molekul glukosa. berikut ini adalah fungsi dari
masing sel hewan dan tumbuhan sebagai:
2) Sel Hewan
Pengertian Sel
Hewan
Pada mulanya (sekitar tahun 1910), kultur jaringan/sel
hewan adalah merupakan metode untuk mempelajari tingkah laku atau sifat-sifat
sel hewan dalam keadaan fisiologis maupun dalam kondisi artifisial karena suatu
perlakuan. Pada awalnya yang digunakan untuk kultur adalah jaringan sehingga
kembangkan kultur jaringan menjadi istilah yang digunakan. Kultur jaringan
dalam arti luas menyangkut pengertian umum yang meliputi: kultur organ, kultur
jaringan, dan kultur sel. Padahal sebenarnya, batasan mengenai kultur organ
adalah kultur dari organ utuh atau sebagian organ yang secara histologis
seperti halnya in vivo. Sedangkan kultur jaringan dan/atau kultur sel merupakan
kultur dispersi sel yang berasal atau yang didapat dari jaringan orisinal
setelah terlebih dahulu mengalami pemisahan secara mekanis, atau kimiawi.
Kultur jaringan merupakan suatu metode untuk memperbanyak
jaringan/sel yang berasal atau yang didapat dari jaringan orisinal tumbuhan
atau hewan setelah terlebih dahulu mengalami pemisahan secara mekanis, atau
kimiawi secara in vitro. Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ
tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Sel
tumbuhan cukup berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya. Fitur-fitur
berbeda tersebut meliputi:
a) Vakuola yang besar (dikelilingi membran,
disebut tonoplas, yang menjaga turgor sel dan mengontrol pergerakan molekul di
antara sitosol dan getah).
b) Dinding sel yang tersusun atas selulosa dan
protein, dalam banyak kasus lignin, dan disimpan oleh protoplasma di luar
membran sel. Ini berbeda dengan dinding sel fungi, yang dibuat dari kitin, dan
prokariotik, yang dibuat dari peptidoglikan
c) Plasmodesmata, merupakan pori-pori penghubung
pada dinding sel memungkinkan setiap sel tumbuhan berkomunikasi dengan sel
berdekatan lainnya. Ini berbeda dari jaringan hifa yang digunakan oleh fungi.
d) Plastida, terutama kloroplas yang mengandung
klorofil, pigmen yang memberikan warna hijau bagi tumbuhan dan memungkinkan terjadinya
fotosintesis.
e) Kelompok tumbuhan tidak berflagella juga
tidak memiliki sentriol yang terdapat di sel hewan.
Hewan memiliki organel yang khas pada selnya, yaitu
sentriol.
Sentriol
Sentriol merupakan sepasang struktur seperti selinder yang memiliki lubang
ditengah dan tersuusn dari protein mikrotubulus. Sentriol tersusun dari
mikrotubulus yang membentuk suatu struktur protein seperti jala yang tampak
berlekatan dengan kromosom selama pembelahan sel (mitosis dan meiosis). Jala
tersebut dinamakan benag spindel.
Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
No.
|
Perbedaan
|
Sel tumbuhan
|
Sel hewan
|
1
|
Dinding
sel
|
Ada, kuat dan mengalami penebalan yaitu selulosa
|
Tidak
ada membran plasma tipis dan
lentur
serta tidak mengalami penebalan
|
2
|
Membran plasma
|
Ada
|
Ada
|
3
|
Sitoplasma
|
Ada
|
Ada
|
4
|
Mitokondria
|
Ada
|
Ada
|
5
|
Lisosom
|
Tidak ada
|
Ada
|
6
|
Ribosom
|
Ada
|
Ada
|
7
|
Badan
Golgi
|
Ada
|
Ada
|
8
|
Sentrosom
|
Tidak
ada
|
Ada
|
9
|
Plastida
|
Ada
|
Tidak ada
|
10
|
Mikrotubulus
|
Tidak
ada
|
Ada
|
11
|
Vakuola
|
Ada (besar)
|
Tidak ada, ex Protozoa
|
12
|
RE
|
Ada
|
Ada
|
13
|
Nukleus
|
Ada
|
Ada
|
Sel bakteri dibatasi oleh membran plasma. Di dalamnya
terdapat nukleoid (DNA) tanpa dibatasi oleh membran inti, dan ribosom. Di
sebelah luar dari membran plasma terdapat dinding sel yang disusun oleh
peptidoglikan (kompleks gula dan protein). Pada sebagian bakteri sel tersebut
dibungkus oleh kapsul (disusun oleh gula). Bakteri mempunyai alat gerak berupa
flagel. Pada permukaan sel bakteri terdapat pili yang dapat digunakan untuk
menempel pada substratnya. Pada bakteri fotosintetik dan ganggang hijau biru
terdapat klorofil yang tersebar dalam sitoplasma, tanpa membran yang
membatasinya dengan bagian sel lainnya. Jadi, sel prokariotik ada yang
mempunyai klorofil tetapi tidak dalam kloroplas (plastid yang berwarna hijau).
Sel prokariotik mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil (kurang lebih
sepersepuluhnya) dari sel eukariotik.
3)
Ciri-ciri mahluk hidup
Ciri-ciri
makhluk hidup antara lain: memerlukan makanan (nutrisi), bernafas (respirasi),
ekskresi, sintesis, tumbuh dan berkembang, regulasi, reproduksi, iritabilitas,
adaptasi, interaksi dengan lingkungan, serta bentuk dan ukuran tertentu,
terdiri dari sel.
§ Nutrisi. Makhluk hidup memerlukan makanan dan
memilih jenis makanan yang sesuai dengan kondisi tubuhnya. Makanan tersebut
akan mengalami proses pemecahan secara enzimatis untuk mendapatkan energi dalam
melakukan aktivitas, penyusun sel-sel, dan mengganti bagian yang rusak. Makanan
yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas hidup disebut nutrisi.
§ Respirasi. Respirasi atau pernafasan adalah
proses penyederhanaan senyawa kimia dari zat makanan untuk mendapatkan energi.
Pernafasan dapat terjadi secara: Aerob dan Anaerob
§ Ekskresi. Pengeluaran senyawa-senyawa kimia
sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh makhluk hidup, dan bila terdapat
dalam tubuh akan bersifat toksik (meracuni).
§ Sintesis. Dalam tubuh terjadi perubahan dari
suatu senyawa ke senyawa lain untuk kepentingan penyusun tubuh, memelihara
kelangsungan hidup, dan mempertahankan tubuh dalam berinteraksi dengan
lingkungan. Penyusunan senyawa kimia dalam tubuh untuk aktivitas hidup
dinamakan sintesis.
§ Pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan
merupakan proses bertambahnya volume dan jumlah sel serta jumlah senyawa kimia
dalam tubuh yang bersifat irreversible pada jangka waktu tertentu. Perkembangan
adalah pertumbuhan yang diikuti dengan berubah, sifat menuju kedewasaan.
Sedangkan diferensiasi adalah pertumbuhan sel diikuti dengan spesialisasi
(fungsi khusus) sel.
§ Regulasi. Pengaturan baik secara kuantitas
maupun kualitas pada setiap saat terhadap sruktur suatu sistem metabolisme
dalam makhluk hidup disebut dengan regulasi.
§ Iritabilitas. Iritabilitas dimaksudkan
sebagai kemampuan makhluk hidup menerima rangsang dan sanggup mengadakan
respons terhadap rangsangan tersebut.
§ Reproduksi. Proses bertambahnya jumlah
individu yang berperan untuk kelestarian keturunannya disebut reproduksi.
§ Adaptasi. Penyesuaian diri dengan keadaan
lingkungan pada waktu yang relatif pendek disebut toleransi, sedangkan
toleransi yang berlangsung dalam waktu yang relatif panjang disebut adaptasi.
§ Interaksi. Untuk menjaga stabilitas hidupnya
atau mempertahankan hidupnya makhluk hidup harus bersaing dengan individu lain.
Persaingan terjadi dalam mendapatkan tempat hidup, makanan, cahaya dan lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar